Sah, Rotasi/Mutasi Pemkab Cirebon Akhirnya Digelar Hari Ini

Sah, Rotasi/Mutasi Pemkab Cirebon Akhirnya Digelar Hari Ini
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Setelah sekian lama dilanda ketidakpastian, akhirnya Pemkab Cirebon menggelar rotasi/mutasi. Pada Jumat (3/4/2020) ini, sekitar 492 pejabat mulai eselon II sampai IV terkena rotasi/mutasi. Janji Bupati Cirebon Imron Rosyadi yang akan mengganti beberapa dinas teknis yang dianggap bermasalah akhirnya terbukti.

Melalui video conference yang dipusatkan di Gedung Pemkab Cirebon, orang nomor satu di Kabupaten Cirebon itu melantik empat perwakilan dari eselon II sampai IV. Sementara, pejabat lainnya mengikuti proses mutasi dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Dari pantauan, awak media dilarang meliput proses pelantikan dengan alasan keamanan wabah virus corona.

Berdasarkan data yang diperoleh, janji Imron untuk mengganti beberapa SKPD bermasalah seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akhirnya terbukti. Kadis DPUPR Avip Suherdian akhirnya diganti Sugeng Raharjo yang sebelumnya menjabat Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Beberapa Kabid di Dinas PUPR yang diduga banyak masalah seperti Kabid Bintek Suparman dan Kabid Peningkatan Jalan dan Jembatan Yayat Hidayat juga diganti.

"Saya berusaha membuat formasi sebaik mungkin. Wacana bedol desa pada Dinas PUPR saya lakukan demi perbaikan ke depan. Saya tegaskan, mutasi ini sama sekali tidak ada tekanan dari pihak manapun," kata Imron usai melakukan pelantikan.

Menurutnya, digelarnya mutasi di tengah pandemi wabah corona itu sama sekali tidak melanggar aturan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementeian Daam Negeri (Kemendagri) serta Kapolresta dan mendapatkan izin.

"Kalau tidak digelar saat ini, dan menunggu wabah corona selesai, akan ada masalah buat jalannya roda pemerintahan Pemkab Cirebon. Hal itu karena, banyak pejabat yang sudah pensiun dan harus diganti," sebutnya.

Imron menegaskan, rotasi/mutasi kali ini murni hasil kerja keras Baperjakat berdasarkan hasil assesment. Dia mengaku, proses dilalui semua murni sesuai kinerja dan tanpa ada tekanan pihak manapun.

"Orang mau bilang ini masih ada tekanan mantan Bupati Sunjaya, ya silakan saja. Itu hak mereka bicara. Tapi, silahkan saja cek satu satu pejabat yang terkena rotasi/mutasi itu, hasilnya terbuka untuk umum kok," tukas Imron. (Maman Suharman)