(Sikap Kami) TPU Khusus Covid-19

(Sikap Kami) TPU Khusus Covid-19
Ilustrasi/Net

WABAH virus corona bukan persoalan yang berdiri sendiri. Dia selalu memiliki buntut, meski persoalan intinya adalah masalah kesehatan. Dia bisa merembet ke ekonomi, pendidikan, bahkan hingga ke urusan jenazah para korbannya.

Itulah yang kini terjadi. Di sejumlah daerah, muncul penolakan pemakaman jenazah Covid-19. Sebuah buntut dari kekhawatiran masyarakat yang tinggi terhadap persebaran virus ini.

Satu hal kita sepakat: dari fenomena ini, terlihat kekhawatiran yang tinggi terhadap ancaman virus. Meski, di sisi lain, kita juga melihat sebagian masyarakat juga abai terhadap persebarannya. Termasuk para perantau yang kini sudah dan akan pulang ke kampung halaman.

Soal penolakan pemakaman ini, tentu menjadi masalah sendiri. Tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, melainkan juga pada pemerintah daerah. Kita melihat pemakaman bahkan ikut melibatkan aparat militer dan kepolisian.

Dari sisi keagamaan, memakamkan jenazah sesegera mungkin, adalah kewajiban bersama bagi orang yang masih hidup. Dalam Islam, hukumnya disebut fardhu kifayah. Karena wajib, maka penyelenggaraan pemakaman adalah kewajiban.

Tapi, tentu, kita tak bisa juga menafikan kekhawatiran masyarakat terhadap penularan virus. Apalagi, menurut sejumlah ahli, jasad jenazah Covid-19 masih potensial menularkan virus, termasuk kepada penyelenggara jenazah.

Maka, selain protokol pemakaman jenazah Covid-19 yang sudah diupayakan seaman mungkin, jalan tengah alias solusi menang-menang lainnya adalah menyediakan pemakaman khusus. Pemakaman yang berjarak dengan tempat tinggal masyarakat.

Kita melihat, sejumlah daerah sudah mulai melakukannya. Pemerintah menyediakan lahan pemakaman yang bukan TPU umum, melainkan untuk mereka yang mendahului kita karena infeksi virus tersebut.

Langkah ini, rasanya perlu diikuti pemerintah-pemerintah di wilayah lainnya agar jenazah Covid-19 bisa terselenggarakan dengan baik, sesuai hukumnya. Agar, konsentrasi penanganan virus corona tidak terganggu, apalagi terganjal, oleh urusan pemakaman jenazah. (*)